Rico Waas Bicara Pembangunan Medan Utara: Upaya Pemko Medan Hapus Stigma Anak Tiri Tahun Ini

Menyusuri Medan Utara dengan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, kita diajak untuk memahami visi dan misi pembangunan yang tengah digaungkan oleh Pemko Medan. Dalam Safari Ramadan yang berlangsung di Masjid Al Huda, Jalan Rawe IV, Medan Labuhan, Rico Waas menyerukan rencana pembangunan yang terintegrasi dan inklusif, yang fokus pada pembangunan Medan Utara.
Rencana Pembangunan Medan Utara
Rico Waas, selaku Wali Kota Medan, mengumumkan bahwa anggaran pembangunan sebesar 35% telah disalurkan untuk pengembangan Medan bagian Utara. Rencana pembangunan ini diharapkan dapat menghapus stigma ‘anak tiri’ yang selama ini melekat pada wilayah ini. Prioritas utama pembangunan di tahun ini mencakup perbaikan jalan dan peningkatan sistem drainase, yang menjadi keluhan utama masyarakat.
“Kami mendengar aspirasi masyarakat melalui rekan-rekan di DPRD. Tahun ini kita fokus kerja ke Utara. Niat baik kami adalah memastikan warga di Medan Labuhan, Belawan, Deli, hingga Marelan merasakan kehadiran pembangunan yang setara,” ungkap Rico Waas.
Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi
Tidak hanya infrastruktur, Rico Waas juga menekankan pentingnya pemberdayaan sosial dan ekonomi. Dia mengajak Badan Kemakmuran Masjid (BKM) untuk lebih proaktif dalam melibatkan generasi muda, guna menjauhkan mereka dari ancaman narkoba, tawuran, dan judi online.
Program-program pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan keterampilan (barista dan pangkas rambut), diharapkan dapat didanai melalui dana pemberdayaan di tingkat kecamatan. “Kita ingin anak-anak muda kita punya kegiatan positif. Jangan sampai mereka lebih banyak menghabiskan waktu di jalanan. Masjid harus menjadi wadah pembinaan, baik secara spiritual maupun ekonomi,” seru Rico Waas.
Kolaborasi Pembangunan Infrastruktur dan Penguatan Sosial
Melalui sinergi antara pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan sosial, Pemko Medan optimis bahwa kawasan Medan Utara akan mengalami peningkatan kualitas hidup yang signifikan. Rico Waas mengakui bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga soal jiwa dan hati masyarakat.
Safari Ramadan dan Harapan untuk Masa Depan
Rico Waas juga menyampaikan harapannya saat safari Ramadan. Dia berharap bahwa semangat ibadah dan khusyuk yang terjalin selama bulan Ramadan ini dapat terus terpelihara setelah Ramadan berakhir. Dia juga berharap bahwa bantuan yang diberikan Pemko Medan untuk masjid Al Huda dapat dimanfaatkan bagi pembangunan dan perluasan masjid.
Bantuan untuk Masjid Al Huda
Bantuan yang diberikan untuk masjid Al Huda meliputi hibah Rp 50 juta untuk pembangunan masjid, bantuan sosial sebesar Rp 10 juta dan paket Ramadhan. Selain itu, juga diserahkan akta pendirian Koperasi Masjid dan satu unit gerobak usaha, 100 bibit cabai dan budidaya ikan dalam ember, satu set tenis meja, rak buku, set buku serta barcode e-book, dan santunan kepada 50 orang anak yatim piatu. Selain itu, Pemko Medan juga menyediakan layanan kesehatan dan Adminduk.
Ini adalah salah satu bukti nyata bahwa pembangunan Medan Utara bukan hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan sosial dan ekonomi. Maka dari itu, peran masyarakat sangat penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkesinambungan ini.