AMPK Berkolaborasi dengan Polresta Deli Serdang untuk Menangani Praktik Judi

Di tengah meningkatnya kecemasan masyarakat terkait praktik perjudian yang marak di Kabupaten Deli Serdang, Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan (AMPK) mengambil langkah konkret untuk menangani masalah ini. Dengan adanya kolaborasi antara AMPK dan Polresta Deli Serdang, diharapkan tindakan tegas dapat diambil untuk mengatasi praktik perjudian yang dianggap merugikan dan berpotensi meningkatkan angka kriminalitas di area tersebut.
Permasalahan Perjudian di Deli Serdang
Praktik perjudian di Deli Serdang telah menjadi isu yang menyita perhatian banyak pihak. Aktivitas ini tidak hanya beroperasi secara sembunyi-sembunyi, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sosial masyarakat. Keresahan yang ditimbulkan oleh perjudian ini terlihat dari meningkatnya tindakan kriminal yang berkaitan dengan aktivitas ilegal tersebut.
Dialog AMPK dengan Polresta Deli Serdang
Untuk merespons situasi ini, AMPK berinisiatif melakukan dialog dengan jajaran Polresta Deli Serdang. Dalam pertemuan ini, mereka menyampaikan aspirasi masyarakat dan mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap perjudian yang masih marak terjadi di wilayah hukum mereka.
Jenis-Jenis Perjudian yang Masih Beroperasi
Beberapa bentuk perjudian yang dilaporkan masih berlangsung di Deli Serdang meliputi:
- Judi tebak angka, termasuk jenis toto gelap (togel) seperti Sydney, Macau, Hongkong, dan Singapore.
- Judi dadu putar yang marak di kawasan Bandar Meriah dan Patumbak.
- Judi dadu samkwan (kopiok) di Beringin.
- Permainan ketangkasan meja tembak ikan di Tanjung Morawa, Namo Rambe, dan Biru-Biru.
Aktivitas perjudian ini diduga dikelola oleh individu-individu tertentu, seperti bandar besar berinisial AK alias Aseng Kayu dan beberapa nama lainnya. Praktik ini berlangsung hampir sepanjang waktu, menciptakan ruang bagi berbagai tindakan kriminal lainnya.
Dampak Ekonomi dan Sosial dari Perjudian
Ketua Umum AMPK, Rahman JP Hutabarat, menyatakan bahwa perjudian tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan tindak kriminal. Menurutnya, kejahatan seperti pencurian kendaraan dan tindakan begal sering kali berkaitan dengan adanya praktik perjudian yang meresahkan.
Rahman menekankan bahwa kondisi sulit yang dihadapi masyarakat saat ini memperburuk situasi, dengan perjudian menjadi salah satu faktor yang memperparah krisis. “Situasi ini harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya sangat dirasakan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit,” ungkapnya.
Pertanyaan Mengenai Kasus Lain
Selain membahas permasalahan perjudian, AMPK juga menyoroti perkembangan laporan terkait dugaan kasus perzinahan yang telah disampaikan ke pihak kepolisian pada 31 Maret 2026. Sayangnya, hingga saat ini, laporan tersebut belum menunjukkan kemajuan yang signifikan dari pihak berwenang.
Langkah-Langkah yang Diambil oleh AMPK
AMPK sebelumnya telah mengirimkan surat resmi kepada Kapolresta Deli Serdang, meminta klarifikasi mengenai langkah-langkah penindakan terhadap praktik perjudian. Sebagai tindak lanjut, pihak Polresta Deli Serdang mengundang AMPK untuk berdialog, membuka saluran komunikasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum.
Dialog untuk Membangun Komunikasi
Pertemuan berlangsung di Aula Parahita Raksaka Polresta Deli Serdang, dihadiri oleh pejabat kepolisian seperti Wakasat Reskrim AKP Iskandar Ginting dan Kanit Pidum Iptu Bines. Dialog ini bertujuan untuk mendengarkan keluhan masyarakat dan mencari solusi atas masalah perjudian yang telah mengganggu kenyamanan hidup warga.
Harapan AMPK terhadap Tindakan Polresta
Setelah dialog tersebut, Ketua Umum AMPK berharap Polresta Deli Serdang dapat segera menindaklanjuti berbagai aspirasi yang telah disampaikan. AMPK menegaskan pentingnya tindakan nyata dalam waktu dekat untuk mengatasi praktik perjudian yang meresahkan.
Aksi Damai sebagai Tindakan Lanjutan
Jika dalam beberapa minggu ke depan tidak ada langkah tegas dari pihak kepolisian, AMPK berencana untuk menggelar aksi damai di depan Mapolresta Deli Serdang. Mereka bahkan tidak menutup kemungkinan akan memperluas aksi tersebut ke Mapolda Sumatera Utara, sebagai bentuk dorongan agar masalah perjudian mendapatkan perhatian serius dari aparat penegak hukum.
Dengan kolaborasi AMPK dan Polresta Deli Serdang, diharapkan praktik perjudian yang meresahkan dapat diminimalisir, memberikan rasa aman bagi masyarakat, serta memulihkan kondisi ekonomi yang semakin sulit. Semua pihak diharapkan dapat bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih aman bagi warga Deli Serdang.






