Piala Presiden 2026 Berpotensi Menggunakan Format Baru, Ungkap Erick Thohir

Jakarta – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan kemungkinan adanya perubahan format untuk Piala Presiden 2026. Turnamen pramusim yang sangat dinantikan ini masih dalam proses pengembangan, dengan potensi menghadirkan konsep yang lebih segar dan inovatif.
Peluang Perubahan Format Piala Presiden
Erick menekankan bahwa perubahan format Piala Presiden tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pertandingan saja. PSSI juga berambisi untuk memperluas partisipasi dari pemerintah daerah, sehingga perkembangan sepak bola bisa lebih merata di seluruh Indonesia.
Dalam konteks ini, Piala Presiden 2026 direncanakan akan lebih fokus pada pengembangan klub dari level dasar. Turnamen ini diharapkan dapat diikuti oleh hampir 64 klub yang mewakili daerah-daerah, yakni juara dari Liga Nusantara (Liga 3) dan Liga 4. Dengan demikian, Piala Presiden diharapkan bisa menjadi ajang untuk menampilkan kemampuan klub-klub lokal.
Tujuan Format Baru
Format baru yang direncanakan ini bertujuan untuk menjadikan Piala Presiden sebagai wadah bagi klub-klub tingkat kota dan provinsi untuk menunjukkan kemampuan mereka. Hal ini sejalan dengan harapan untuk meningkatkan kualitas sepak bola di tingkat daerah.
Erick juga menyoroti pentingnya peran gubernur dan bupati dalam menjaga ekosistem sepak bola agar tetap hidup. Dengan demikian, format baru diharapkan dapat memberikan lebih banyak ruang bagi kontribusi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
Persiapan Menuju Piala Presiden 2026
“Kami sedang merancang format untuk Piala Presiden kedelapan ini,” tutur Erick kepada wartawan setelah penutupan Piala Presiden 2025 di Jakarta pada 13 April 2026. Selama ini, Piala Presiden diikuti oleh jumlah klub yang bervariasi, mulai dari enam hingga 20 tim, yang berasal dari Liga 1, Liga 2, hingga klub internasional dalam edisi terakhir.
Format yang diterapkan pada turnamen sebelumnya cukup sederhana, di mana semua tim memulai dari fase grup, dan juara serta runner-up melanjutkan ke fase gugur hingga babak final. Namun, pada edisi 2025, jumlah peserta menyusut menjadi enam tim, dengan Port FC berhasil merebut gelar juara setelah mengalahkan Oxford United di partai final yang diadakan antara 6 hingga 13 Juli 2025.
Jadwal dan Tantangan Piala Presiden 2026
Saat ini, jadwal untuk Piala Presiden 2026 belum ditetapkan. Erick menyebutkan bahwa ada kemungkinan turnamen tidak akan dilaksanakan pada bulan Juli seperti biasanya, mengingat padatnya kalender sepak bola internasional, termasuk Piala Dunia 2026 yang akan datang.
Lebih lanjut, Erick menilai kehadiran klub-klub asing pada edisi sebelumnya memberikan dampak positif bagi perkembangan turnamen. Beberapa tim juga menunjukkan minat untuk kembali berpartisipasi di Piala Presiden mendatang.
Penyesuaian Format untuk Pembinaan Sepak Bola Nasional
Meskipun demikian, PSSI tetap akan menyesuaikan format Piala Presiden dengan kebutuhan pengembangan sepak bola nasional. Ini termasuk memastikan bahwa klub-klub di daerah mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk berkembang dan berkompetisi.
Kolaborasi untuk Keberhasilan Turnamen
Di sisi lain, Ketua Steering Committee Piala Presiden, Maruarar Sirait, menekankan pentingnya kerja sama kolektif dalam penyelenggaraan turnamen. Ia menyatakan bahwa keberhasilan Piala Presiden bukan hanya hasil dari usaha individu, tetapi merupakan hasil kolaborasi dari seluruh elemen yang terlibat.
“Dalam sepak bola, tidak ada yang namanya superman; yang ada hanyalah super tim,” ungkap pria yang akrab disapa Ara. Sementara itu, ia menegaskan bahwa peran klub, pemain, pemerintah, hingga aparat keamanan harus bersatu dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang lebih baik.
Prospek Piala Presiden 2026 di Masa Depan
Dengan berbagai perubahan dan inovasi yang direncanakan untuk Piala Presiden 2026, harapan untuk menjadikan turnamen ini lebih inklusif dan berkualitas semakin besar. PSSI berkomitmen untuk menciptakan ajang yang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mendorong pengembangan sepak bola di seluruh Indonesia.
Melalui penyesuaian format dan peningkatan keterlibatan dari berbagai pihak, Piala Presiden diharapkan dapat menjadi platform yang kuat bagi klub-klub lokal untuk menunjukkan potensi mereka. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan komunitas sepak bola, masa depan Piala Presiden bisa menjadi lebih cerah.
Kesempatan untuk Klub-Klub Lokal
- Pelibatan klub-klub dari Liga 3 dan Liga 4
- Fokus pada pengembangan bakat muda
- Kesempatan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi
- Promosi sepak bola di daerah
- Peningkatan kerjasama antar daerah
Dengan langkah-langkah strategis ini, Piala Presiden 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu turnamen paling dinanti di kalender sepak bola Indonesia, meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperkuat basis penggemar sepak bola di seluruh negeri. Seiring dengan itu, PSSI berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan sepak bola di setiap lapisan masyarakat.